Sari buah dan sayuran

Sayuran hijau dan buah yang tidak dimasak mempunyai khasiat besar untuk kesehatan. Disamping bagus untuk membantu proses detoks, juga mengandung banyak zat-zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Namun mengkonsumsi sayuran hijau dan buah dalam bentuk jus (sarinya) akan lebih bagus.

1. Makanan padat membutuhkan membutuhkan waktu beberapa jam untuk dicerna dan diserap oleh tubuh. Sedangkan kalau dalam bentuk sari dapat mudah dicerna dan dapat cepat diserap oleh tubuh.

2. Sari sayuran dan buah akan cepat memenuhi kebutuhan tubuh dan membuat jaringan tubuh akan segera membangu sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak.

3. Gizi sayuran dan buah terdapat pada sarinya, bukan pada ampasnya.

4. Dengan meminum sari sayuran dan buah akan dapat memasukkan lebih banyak gizi kedalam tubuh daripada memakan dalam bentuk padat. Karena kalau memakan dalam bentuk padat maka akan cepat kenyang.

Untuk membuat sari buah dn sayuran ini, kita bisa menggunakan juicer, atau bisa juga dengan diparut atau diblender lalu kemudian diperas/ disaring. Namun untuk membuat sari buah dan sayur menggunakan blender tidak dianjurkan menambahkan air, karena jika ditambahkan air volumenya akan bertambah banyak sedangkan sarinya tetap, sehingga jika meminumkan akan cepat kenyang sementara sarinya hanya sedikit.

Boleh dikatakan cara yang paling bagus untuk membuah sari buah dan sayuran ini dengan juicer atau diparut.

Ingat, kita lebih membutuhkan sarinya daripada ampasnya, kecuali kita ingin cepat kenyang.

Comments (1)

Unsur Penting Untuk Detoksifikasi

Metode detoks banyak sekali macamnya, dari mulai puasa, colon hydroterapi, perendaman diair (walaupun beberapa pihak meragukan kebenarannya), dengan koyo khusus detoks dll.

Namun detoks secara alami akan menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik, tanpa biaya yang mahal dan tanpa efek samping.

Ada 3 unsur penting dalam proses detoks alami ini :

1. Puasa

Puasa ini berfungsi untuk mengurangi/ menghentikan masuknya makanan (kecuali makanan yang banyak mengandung zat-zat yang memang dibutuhkan dalam tubuh kita, bukan makanan yang sekedar bikin kita senang ataupun kenyang), sehingga tidak menambahi tumpukan racun atau zat-zat yang tidak dibutuhkan dalam tubuh. Puasa ini juga berfungsi untuk mengistirahatkan organ tubuh, terutama organ pencernaan.

2. Makan sayur-sayuran hijau dan buah-buahan

Makan sayur-sayuran hijau dan buah-buahan, terutama yang tidak dimasak, akan membantu proses detoks secara alami. Didalam sayur dan buah ini juga mengandung banyak zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Sehingga boleh dikatakan mempunyai dua fungsi, yaitu membuang racun/ zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dan memberikan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

3. Air

Air mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Salah satu fungsi air adalah untuk melarutkan dan membawa keluar racun dari dalam tubuh manusia. Kekurangan air minum akan membuat racun dalam tubuh tidak bisa keluar dengan maksimal sehingga akan meyisakannya dan akan menendap.

Secara singkat ketiga unsur itu akan saling mendukung maksimalisasi proses detoks. Yang pertama zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dihentikan/ dikurangi dengan berpuasa, kemudian racun dalam tubuh akan dikeluarkan dan diganti dengan zat-zat yang dibutuhkan dari sayur/ buah. Yang terakhir akan dituntaskan dengan pelarutan oleh air dan dibawa keluar.

Tinggalkan sebuah Komentar

Alat untuk Detoksifikasi

Berapa waktu lalu banyak bermunculan tempat-tempat yang menawarkan proses detoksifikasi dengan menggunakan alat detoks. Cara kerja alat tersebut dengan merendam kaki kedalam alat yang sudah diberi air selama beberapa menit, lalu racun/ toksin dalam tubuh akan keluar melalui kaki yang direndam tersebut. Air rendaman tersebut akan berubah warna sesuai dengan racun yang dikeluarkan.

Pada awal-awal alat ini diperkenalkan, banyak orang yang tertarik untuk mencobanya. Dan ada beberapa kesaksian yang menyatakan bahwa setelah melakukan detoks dengan alat tersebut, yang pada waktu itu dikenai bea 50 ribuan/ jam, badan terasa segar dan penyakitnya berangsur menghilang.

Banyak terjadi pro kontra mengenai kebenaran manfaat alat tersebut. Banyak pihak yang menganggap bahwa praktek semacam itu hanyalah penipuan. Karena pada kenyataannya jika alat tersebut dioperasikan, dengan atau tanpa ada kaki yang direndam didalamnya, maka airnya tetap akan berubah warna.

Berapa waktu lalu penulis mencoba alat yang disebut alat elektrolizer. Fungsi alat ini untuk memisahkan/ menguraikan bahan-bahan yang terkadung didalam air. Dengan alat ini ternyata hasilnya sama dengan alat detoks, yaitu ketika alat elektrolizer ini dioperasionalkan maka warna air akan berubah sesuai dengan kandungan bahan yang dalam air tersebut.

alat-elektrolizer

(Sumber Gambar  : redonebatam. wordpress.com )

Alat elektolizer ini digunakan untuk menguji kandungan bahan air, sehingga banyak digunakan untuk menguji kelayakan air minum. Dengan alat ini akan diketahui kandungan mineral apa dan seberapa banyaknya didalam air minum.

Jadi ada kemungkinan  alat yang diklaim sebagai alat detoks tersebut cara kerjanya tidak berbeda dengan alat elektrolizer ini, sehingga dengan kaki yang direndam didalamnya atau tidak,  tetap  akan terjadi perubahan warna air sesuai dengan kandungan mineral didalamnya.

Pada perkembangannya ada alat semacam itu yang sama-sama dengan perendaman kaki, tapi fungsinya bukan untuk detoksifikasi, melainkan untuk terapi akupuntur.

Sedangkan untuk dektosifikasi, mulai banyak dipasaran produk berupa koyo yang ditempel ditelapak kaki, atau di anggota badan yang perlu dikeluarkan racunnya.

Tinggalkan sebuah Komentar

Detoksifikasi | Menormalkan Fungsi Organ Tubuh

Detoksifikasi adalah proses pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan (kotoran) atau berbahaya (racun) dari dalam tubuh kita, sehingga tubuh relatif lebih bersih dari racun/kotoran.

Detoksifikasi merupakan syarat utama agar fungsi organ tubuh atau penyembuhan secara alami bisa maksimal.

Setiap hari tubuh kita mengalami pergantian sel-sel. Sel-sel yang rusak ataupun lemah digantikan oleh sel-sel yang baru. Agar proses tersebut berjalan dengan sempurna, tentu organ-organ tubuh harus berfungsi dengan baik.

Seperti kita tahu bahwa adanya racun/ toksin yang menyebar didalam organ-organ tubuh kita akan mengganggu fungsi organ tubuh tersebut sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit, maka syarat utama agar fungsi organ bisa berjalan normal yaitu dengan mengeluarkan racun/ toksin tersebut.

Secara normal sebenarnya toksin bisa keluar dari dalam tubuh kita melalui pembuangan, baik lewat buang air besar, kecil, ataupun keringat. Air minum mempunyai peran penting dalam proses pengeluaran toksin dari sel-sel tubuh. Banyak makan sayur dan buah juga akan memperlancar proses detoksifikasi tersebut. Terutama sayuran dan buah yang tidak mengalami proses pemasakan.

Jadi pada prinsipnya proses detoksifikasi ini adalah suatu keharusan. Karena tanpa detoks maka racun/ toksin dalam tubuh akan mengumpul dan mengganggu fungsi organ tubuh sehingga akan menimbulkan berbagai macam penyakit.

Pada pengobatan alami ada suatu prinsip bahwa, untuk menyembuhkan suatu penyakit, maka sumber penyakit tersebut harus dilenyapkan dahulu. Yaitu dengan dektosifikasi. Dengan lenyapnya sumber penyakit tersebut maka fungsi organ tubuh, termasuk fungsi sistem imun (kekebalan tubuh) akan berjalan normal.

Tinggalkan sebuah Komentar

Makanan kita Berbahaya

Jaman sekarang ini, karena kesibukan dan tumbuhnya budaya praktis telah membuat kita tidak begitu peduli dengan makanan yang kita makan. Padahal sisa makanan yang tertahan didalam usus kita saja sudah cukup berbahaya, ditambah dengan makanan yang kita makan ternyata juga cukup berbahaya.

Nasi yang merupakan bahan makanan pokok orang Indonesia, berasal dari padi yang ditanam dengan taburan pupuk kimia dan semprotan pestisida. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida semakin lama semakin meningkat, karena lahan yang menggunakan pupuk kimia cenderung semakin berkurang kesuburannya, dan hama tanaman yang dibasmi dengan pestisida semakin lama cenderung semakin kebal. Sehingga mau nggak mau penggunaan pupuk kimia dan pestisida semakin lama semakin meningkat. Celakanya bahan-bahan kimia tersebut masuk kedalam padi yang pada akhirnya menjadi nasi yang kita makan.

Dan seperti kita bersama tahu, bahwa penggunaan bahan kimia hampir tidak bisa dipisahkan dengan penggolahan pertanian, perkebunan dan peternakan.

Makan sayur-sayuran hijau mentah, sebenarnya merupakan suatu kegiatan yang bagus, karena kita tidak banyak kehilangan vitamin dibanding jika makan sayuran yang sudah dimasak, apalagi kalau masaknya terlalu lama. Tapi tahu nggak berapa banyak pupuk kimia yang terserap oleh sayuran tersebut dan berapa banyak pestisida yang menempel pada sayuran tersebut.

Hasil pertambakan dan peternakanpun tak luput dari penggunaan bahan kimia. Karena untuk mempercepat masa panen, mempercepat pertumbuhan, maka hormon pertumbuhan digunakan, bahkan pada prakteknya ada beberapa peternak yang menggunakan pupuk kimia pada campuran makanan ternak mereka.

Jadi ya nggak mengherankan jika anak-anak sekarang tumbuh begitu cepat, bahkan melebihi umurnya. Anak-anak perempuan sudah mulai yang banyak mengalami menstruasi lebih cepat dibanding masa ibunya dahulu. Memang ada yang beranggapan bahwa gizi anak-anak sekarang lebih bagus dari pada gizi yang diperoleh orang-orang jaman dulu. Tapi kalau mau jujur, berapa banyak sih orang sekarang yang benar-benar memperhatikan masalah gizi?. Karena pada kenyataannya, sekarang juga banyak orang yang berpenyakit lebih cepat dari umurnya. Bayangkan saja anak-anak muda yang berumur kurang dari 30 tahun sudah banyak yang mengalami kolesterol tinggi, asam urat tinggi, diabetes, bahkan stroke .

Makanan siap saji (instan) yang banyak tersimpan dilemari makan kita, tidak bisa lepas dari bahan kimia pengawet. Makanan yang menarik, dengan warna-warni yang menyenangkan hati, menggoda kita untuk mencicipi, apakah tidak mengandung bahan pewarna yang berbahaya?.

Dan minuman segar yang manis dengan aroma yang nikmat, apakah kita yakin tidak mengandung pemanis buatan dan esence pemberi rasa buatan?.

Kira-kira berapa banyak jeruk yang harus diperas untuk membuat sirup rasa jeruk yang enak dan murah?

Kalau dipikir-pikir lalu kita mau makan apa nih?

Tinggalkan sebuah Komentar

Disinilah Markas Besar Penyakit

usus-toksin1

Pada gambar diatas, kita bisa melihat markas besar sumber penyakit.

Tumpukan sisa makanan yang tidak bisa keluar, pada akhirnya membusuk dan berubah menjadi racun/ toksin. Secara sederhana kita bisa membayangkan jika tempat sampah kita yang berisi sisa makanan ataupun sayuran ataupun daging, tidak kita bersihkan selama beberapa hari. Tentu akan membusuk. Semakin lama akan semakin busuk, dan itu menjadi sumber penyakit. Nah kira-kira seperti itu juga kondisi sisa makanan didalam usus kita yang tidak bisa keluar.

Suatu penyelidikan yang dilakukan sekelompok pakar di Jepang menyimpulkan, bahwa jumlah kotoran tertahan, yang berada didalam tubuh seorang yang sehat, rata-rata seberat 2-6 kg.

Kotoran tertahan adalah  sisa makanan yang melekat pada dinding usus dan dapat diserap oleh lapisan mukosa dan akhirnya akan mengalir ke hati dan selanjutnya dapat mengakibatkan :

1. Menghambat proses detoksifikasi (Pengeluaran racun dari dalam tubuh)

2. Memperlambat proses metabolisme

3. Keracunan dalam tubuh

Tapi kebanyakan kita tidak menyadarinya potensi bahaya yang akan timbul dari penyebaran toksin dalam tubuh tersebut, karena umumnya proses tersebut berlangsung lama dan umumnya kita baru menyadari setelah kita jatuh sakit.

Padahal kalau kita mau peduli/ memperhatikan tubuh kita, maka sebelum timbul suatu penyakit, tubuh kita akan mengirimkan tanda-tanda bahaya. Sebagai contoh sederhana yaitu ketika kita mulai bersin-bersin sebelum sakit flu. Bersin itu sebenarnya bukan penyakit, itu merupakan sinyal adanya bakteri/ kuman/ virus penyakit yang sedang menyerbu benteng pertahanan/ sistem imun, karena bersin itu merupakan suatu upaya pertahanan diri untuk mengusir penyakit.

Jadi seperti yang dibilang Dr. Henry B Beley “penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan racun/ toksin yang berasal dari keracunan makanan. Toksin/ racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri” , maka kita mesti waspada dengan sumber penyakit yang bermarkas didalam perut kita.

Tinggalkan sebuah Komentar

SUMBER PENYAKIT ADA DI PERUT KITA

Di jaman modern seperti sekarang ini, ketika teknologi semakin maju, gaya hidup manusia berubah, segala sesuatu terasa menjadi lebih mudah. Namun justru semakin banyak penyakit baru yang bermunculan dan semakin lama semakin sulit diobati. Teknologi modern dibidang kesehatan seakan berkejar-kejaran dengan penyakit. Ketika suatu penyakit baru dengan susah payah bisa diobati, maka akan timbul penyakit yang baru lagi. Bahkan ada beberapa jenis penyakit yang sampai sekarang belum ada obatnya.

Beberapa abad yang lalu, Rasulullah Muhammad saw. telah menjelaskan tentang sumber penyakit yang berawal dari kotoran menumpuk didalam usus kita. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah “Sumber dari pada penyakit adalah perut. Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat” (HR. Muslim).
Ternyata apa yang disampaikan Rasulullah tersebut benar adanya. Hal tersebut terbukti dengan munculnya beberapa pendapat serupa juga disampaikan oleh beberapa ahli :
“Parasit hidup membiak pada sistem perut yang kotor” (Dr. Robert Gray USA)
“Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan toksin/ racun yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/ racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri” (dr. Henry B Beley. USA)
“Cuci usus akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-lain” (Dr. Norman Walker, Dsc, Phd. USA)
“Hanya ada satu penyakit yaitu tidak sempurnanya pengeluaran” – “Saya telah mengalami banyak kasus pembedahan dapat dielakkan dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia dimasa kini disebabkan oleh usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal” (Dr. William Arbuthnet lane, M.D. London)

Dapat dikatakan hal tersebut menjelaskan bahwa sumber utama penyakit tersebut adalah sisa makanan yang menempel pada dinding usus. yang tidak bisa keluar/ tidak terbuang secara sempurna. Karena sudah bertahun-tahun maka semakin lama semakin tebal dan mengkerak. Sisa makanan yang sudah lama menumpuk menjadi busuk dan berubah menjadi racun/ toksin yang berbahaya. Padahal makanan yang kita makanpun sebenarnya sudah mengandung racun, dari padi yang diberi pupuk kimia, pestisida. Ternak yang diberi konsentrat, hormon pertumbuhan. Makanan yang diberi pengawet, pewarna maupun pemanis buatan. Air minum yang berasal dari sumber air yang tidak baik ataupun yang diolah dengan kaporit, klorin dll. Dan obat-obatan yang diminum secara sembrono. 

Racun/ toksin yang tidak mampu disaring ginjal pada akhirnya menyebar keseluruh tubuh dan menyebabkan berbagai macam penyakit yang tergantung di tempat mana tubuh/ organ tubuh keracunan. Itu sebabnya kita lebih mudah sakit, bahkan sekarang banyak yang masih berusia muda tapi penyakitnya sudah segudang, dari mulai maag, asam urat, kolesterol tinggi, diabet, stroke dll.

Intinya sumber penyakit itu ada dalam usus kita. Obat apapun yang digunakan menggobati penyakit menjadi tidak maksimal. Tapi kalau sumber penyakit tersebut hilang, organ tubuh bisa berfungsi dengan normal, maka tanpa obat-pun berbagai macam penyakit bisa disembuhkan oleh tubuh kita sendiri (apalagi kalau makanannya mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh).

Tinggalkan sebuah Komentar